Perbedaan Antara Genset Diesel Dan Gasoline
Genset atau singkatan dari
generator set adalah sebuah perangkat yang berfungsi menghasilkan daya listrik.
Menurut PT Quality Technic yang memiliki jasa sewa genset, genset dapat diartikan juga sebagai satu set peralatan
gabungan dari dua perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau alternator.
Engine sebagai perangkat pemutar sedangkan generator atau alternator sebagai
perangkat pembangkit listrik. Engine dapat berupa perangkat mesin diesel
berbahan bakar solar atau mesin berbahan bakar bensin, sedangkan generator atau
alternator merupakan kumparan atau gulungan tembaga yang terdiri dari stator
atau kumparan statis dan rotor atau kumparan berputar.
![]() |
| sewa genset |
Genset dapat dibedakan
dari jenis engine penggeraknya, dimana kita kenal tipe-tipe engine yaitu engine
diesel dan engine non diesel atau bensin. Engine diesel dikenali dari bahan
bakarnya berupa solar, sedangkan engine non diesel berbahan bakar bensin
premium.
Di pasaran,
genset dengan engine non diesel atau berbahan bakar bensin biasa diaplikasikan
pada genset berkapasitas kecil atau dalam kapasitas maksimum 10.000 VA atau 10
kVA, sedangkan genset diesel berbahan bakar solar diaplikasikan pada genset
berkapasitas > 10 kVA. Mengapa demikian? Hal terkait dengan tenaga yang
dihasilkan oleh diesel lebih besar daripada engine non diesel, dimana cara
kerja pembakaran diesel yang lebih sederhana yaitu tanpa busi, lebih hemat
dalam pemeliharaan, lebih responsif dan bertenaga. Selain itu untuk aplikasi
industri dimana bahan bakar diesel atau solar lebih murah daripada bensin atau
gasoline.
![]() |
| sewa genset |
Dalam aplikasi
kita akan jumpai bahwa genset terdiri dari genset 1 phasa atau 3 phasa, apa
artinya ini? Pengertian 1 phasa atau 3 phasa adalah merujuk pada kapasitas
tegangan yang dihasilkan oleh genset tersebut. Tegangan 1 phasa artinya
tegangan yang dibentuk dari kutub L yang mengandung arus dengan kutub N yang
tidak berarus, atau berarus Nol atau sering kita kenal sebagai Arde atau
Ground. Sedangkan tegangan 3 phase dibentuk dari dua kutub yang bertegangan.
Genset tiga phase menghasilkan tiga kali kapasitas genset 1 phase. Pada sistem
kelistrikan PLN kita, kapasitas 3 phase yang dihasilkan untuk aplikasi rumah
tangga adalah 380 Volt, sedangkan kapasitas 1 phase adalah 220 Volt.
Daya listrik
dalam ilmu fisika merupakan besaran vektor, artinya besaran yang memiliki besar
dan arah, tegangan dan arus yang dihasilkan merupakan gelombang sinusoidal
dengan frekuensi tertentu. Di Indonesia, frekuensi tegangan dan arus ditetapkan
sebesar 50 Hz, dimana hal ini mengikuti standar frekuensi di Belanda atau
negara-negara Eropa, sedangkan di negara Amerika Serikat dan Kanada menggunakan
frekuensi 60 Hz.
Demikian ulasan
dari kami tentang bagaimana cara kerja genset. Untuk informasi sewa genset, Anda bisa mengunjungi
laman kami di https://www.qualitytechnic.com/ Terima kasih.
![]() |
| sewa genset |



Komentar
Posting Komentar